Di antara kandidat Partai Republik, Trump yang paling banyak menarik perhatian publik, namun ternyata hanya memicu sedikit donasi. Menurut dokumen anggaran kampanye Trump yang diserahkan kepada Komisi Pemilihan Federal AS dan dirilis pada Minggu (31/1), Trump menggalang US$ 2,6 juta atau setara Rp 35 miliar dalam jangka waktu tiga bulan tahun 2015 lalu.
Tiga perempat donasi itu datang dari penjualan berbagai merchandise termasuk salah satunya topi yang bertuliskan slogan kampanye Trump 'Make America Great Again'. Sedangkan donasi dari individu hanya mencapai US$ 540 ribu atau Rp 7,3 miliar. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (1/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Trump masih mendominasi dalam setiap polling nasional di antara para kandidat Republik lainnya. Pemilu awal untuk kaukus Iowa akan digelar pada Senin (1/2) waktu setempat, di mana Trump bersaing ketat dengan Cruz untuk pencapresan Partai Republik.
Sejumlah besar dana yang digunakan Trump untuk membiayai kampanyenya berasal dari pinjaman US$ 12,6 juta yang diberikannya untuk kampanyenya sepanjang tahun 2015. Sebagian dari dana itu telah kembali ke aliran bisnis Trump.
Maksudnya ialah pengeluaran terbesar Trump pada kuarter keempat tahun 2015 yakni sebesar US$ 826.590 atau Rp 11 miliar dibayarkan pada TAG Air Inc, yang mengoperasikan pesawat pribadinya untuk mengantarkannya berkampanye ke beberapa lokasi. Pengeluaran terbesar kedua Trump sebanyak US$ 478 ribu dibayarkan kepada perusahaan desain dan percetakan Wizbang Solutions. Kemudian sebanyak US$ 411 ribu dibayarkan kepada perusahaan konsultan yang mengumpulkan tanda tangan agar kandidat capres bisa masuk surat suara nasional.
Trump merupakan satu-satunya miliarder dalam pencalonan Presiden AS tahun ini, meskipun beberapa pesaingnya juga jutawan. Para pendukung Trump di AS seringkali menyebut kemandirian finansial Trump ini menarik perhatian mereka. Alasannya ini membuat mereka yakin Trump tidak akan bisa dibeli oleh kelompok maupun pihak tertentu.
Baca juga: Tak Hadir Debat Republik, Donald Trump Jadi Bahan Sindiran Kandidat Lain
(nvc/ita)











































