2 Mahasiswa Virginia Tech Ditahan Atas Pembunuhan ABG 13 Tahun

2 Mahasiswa Virginia Tech Ditahan Atas Pembunuhan ABG 13 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 01 Feb 2016 14:11 WIB
2 Mahasiswa Virginia Tech Ditahan Atas Pembunuhan ABG 13 Tahun
David E Eisenhauer (REUTERS/Montgomery County Sheriff's Office/Handout via Reuters)
Virginia - Dua mahasiswa Virginia Tech di Virginia, Amerika Serikat ditangkap terkait pembunuhan. Keduanya dicurigai membunuh seorang remaja putri berusia 13 tahun yang jasadnya ditemukan di wilayah North Carolina, negara bagian di selatan Virginia.

Dilaporkan kepolisian setempat, seperti dilansir CNN, Senin (1/2/2016), mahasiswi Virginia Tech berusia 19 tahun yang bernama Natalie M Keepers dijerat dakwaan pembuangan mayat secara tidak wajar dan dakwaan membantu tindak kejahatan. Satu mahasiswa Virginia Tech lainnya, yakni David E Eisenhauer (18) dijerat dakwaan pembunuhan dan penculikan. Eisenhauer dicurigai sebagai pembunuh korban yang diidentifikasi sebagai Nicole Madison Lovell.

"Berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan, penyelidik menemukan fakta bahwa Eisenhauer dan Nicole (korban) sudah saling mengenal sebelum dia menghilang," demikian pernyataan kepolisian setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Natalie Marie Keepers (REUTERS/Montgomery County Sheriff's Office/Handout via Reuters)


"Eisenhauer memanfaatkan hubungan ini (dengan korban) untuk menculik korban yang berusia 13 tahun dan kemudian membunuhnya. Keepers membantu Eisenhauer membuang jasad Nicole," imbuh pernyataan tersebut.

Korban dilaporkan menghilang sejak Rabu (27/1) malam waktu setempat. Dia terakhir kali terlihat di rumah keluarganya yang ada di Blacksburg sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Keluarga korban menemukan lemari di kamar korban sengaja didorong hingga menutupi pintu kamar. Keluarga menduga, korban yang masih duduk di bangku kelas 7 di Blacksburg Middle School itu memanjat keluar lewat jendela.

Pihak keluarga khawatir karena korban harus minum obat setiap hari usai menjalani operasi transplantasi hati dan dia tidak membawa obat itu bersamanya. Pencarian korban berakhir pada Sabtu (30/1) sore ketika jasad korban ditemukan di lokasi sejauh 160 kilometer dari rumahnya.

Motif pembunuhan serta cara pembunuhan korban masih diselidiki kepolisian. Dalam pernyataannya, kepolisian setempat menyatakan masih akan melakukan autopsi terhadap jasad korban untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Penangkapan dua mahasiswa Virginia Tech ini membuat kaget komunitas kampus. Presiden Virginia Tech Tim Sands menanggapi hal ini melalui surat terbukanya yang berisi imbauan agar para mahasiswa dan komunitas kampus ternama AS ini tetap tenang.

"Sebagai seorang ayah, juga sebagai Presiden Virginia Tech, saya ingin memastikan kepada Anda bahwa pihak kami sangat suportif dan tegar. Bersandarlah pada dukungan dan fasilitas yang ada. Sangat normal merasa cemas dan kewalahan pada saat seperti ini. Anda tidak sendirian," ucapnya.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads