"Koalisi sangat menyesalkan korban jiwa warga sipil di Yaman," demikian statemen yang diposting misi Saudi untuk PBB di laman Twitter-nya seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (1/2/2016).
Saudi menyebutkan bahwa jatuhnya korban sipil akibat gempurannya itu tidak disengaja. Saudi pun berjanji akan memperbaiki mekanisme targetnya dengan bantuan Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Koalisi Arab mengumumkan pembentukan komite independen tingkat tinggi untuk mengevaluasi peristiwa-peristiwa, identifikasi dan mekanisme target dan mengembangkannya," demikian statemen misi Saudi untuk PBB.
Pada Maret 2015 lalu, koalisi Saudi memulai kampanye militer di Yaman untuk mencegah pemberontak Houthi menguasai sepenuhnya Yaman, setelah menguasai sebagian besar wilayah utara. Saudi dan koalisi menganggap Houthi sebagai kepanjangan tangan pemerintah Iran. Namun kelompok Houthi membantah mendapatkan dukungan dari Teheran.
Menurut PBB, sekitar 6 ribu orang telah tewas dalam serangan-serangan udara dan pertempuran sejak intervensi militer Saudi dimulai di Yaman. Dari jumlah korban jiwa tersebut, separuh di antaranya adalah warga sipil.
(ita/ita)











































