Sejauh ini otoritas Mesir menyatakan belum ada bukti bahwa pesawat Metrojet tersebut jatuh akibat aksi terorisme. Pejabat senior EgyptAir juga membantah adanya pegawai maskapai yang telah ditangkap atau dicurigai. Pejabat Kementerian Dalam Negeri Mesir pun menyatakan belum ada penangkapan yang dilakukan.
Namun menurut sumber yang tahu soal masalah ini, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (29/1/2016), mekanik EgyptAir telah ditahan, begitu pula dengan dua polisi bandara dan seorang petugas bagasi yang diduga membantu mekanik tersebut menaruh bom di dalam pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah mengetahui bahwa salah satu anggotanya punya kerabat yang bekerja di bandara tersebut, ISIS mengirimkan sebuah bom dalam tas tangan kepada orang tersebut," ujar sumber tersebut seraya menambahkan, sepupu mekanik tersebut bergabung dengan ISIS di Suriah 1,5 tahun lalu.
"Dia (mekanik) diberitahu untuk tidak bertanya apapun dan membawa bom itu ke pesawat," imbuh sumber tersebut.
Sumber lainnya menjelaskan mengenai dua polisi bandara yang juga ditangkap. "Kedua polisi itu diduga berperan dengan berpura-pura tidak melihat operasi tersebut di titik pemeriksaan keamanan. Namun ada kemungkinan bahwa mereka hanya tidak melakukan pekerjaan mereka dengan benar," kata sumber itu.
Sejauh ini, keempat tersangka tersebut belum diadili.
Pesawat Metrojet jatuh di wilayah Semenanjung Sinai setelah lepas landas dari bandara Sharm el-Sheikh. Sebanyak 224 penumpang dan kru tewas dalam tragedi itu. (ita/ita)











































