Dalam insiden yang terjadi Rabu, 27 Januari malam waktu setempat, para pemuda itu menyerang para staf di pusat pengungsi tersebut hingga mereka pun berlindung di dalam sebuah ruangan. Para staf terus berada di dalam ruangan yang dikunci dan baru keluar setelah polisi datang mengamankan situasi.
Dalam insiden itu, kaca-kaca jendela di pusat pengungsi tersebut juga pecah dirusak para perusuh. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Huru-hara itu terjadi setelah staf menolak permintaan seorang pemuda di pusat pengungsi untuk membelikan permen. Demikian disampaikan John Nilsson, polisi lokal lainnya. "Mereka menjadi marah dengan para staf," tuturnya.
Dalam insiden itu, polisi menangkap dua pemuda, namun salah satunya kemudian dilepaskan. Sedangkan seorang remaja putra berumur 16 tahun, tetap ditahan polisi karena dituduh memulai kerusuhan tersebut.
Insiden ini terjadi beberapa hari setelah seorang pekerja pusat pengungsi dibunuh oleh salah satu migran di Molndal, pinggiran kota Gothenburg. Korban, seorang wanita berumur 22 tahun, Alexandra Mezher ditikam hingga tewas saat mencoba melerai perkelahian di pusat pengungsi tersebut.
Atas kejadian tersebut, polisi meningkatkan pengamanan di pusat-pusat pencari suaka. Bahkan Menteri Dalam Negeri Swedia Anders Ygeman mengumumkan, pemerintah akan memulangkan antara 60 ribu hingga 80 ribu pencari suaka dalam beberapa tahun ini.
(ita/ita)











































