Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (28/1/2016), sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam Ezzedine, menyebut tiga anggotanya berhasil menyelamatkan diri setelah terowongan roboh pada Selasa (26/1) malam. Sedangkan satu orang lagi berhasil dievakuasi keluar.
Brigade Al-Qassam menyebut tujuh anggota mati menjadi martir dalam insiden ini. "Ketika mereka tengah bersiap untuk bertempur melawan musuh," sebut Brigade Al-Qassam dalam pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini terjadi ketika sejumlah terowongan di Gaza tengah direnovasi. Israel menuding Hamas memperbaiki terowongan-terowongan itu dengan tujuan menyerang Israel, setelah pada tahun 2014, Israel banyak menghancurkan terowongan bawah tanah Hamas.
Brigade Al-Qassam juga menyebut, mereka yang tewas tengah bekerja membangun kembali terowongan-terowongan yang sebelumnya digunakan untuk menyerang Israel. Beberapa buldoser terlihat ada di sekitar lokasi kejadian pada Kamis (28/1), yang berjarak sekitar 1 kilometer dari perbatasan Israel.
Terowongan-terowongan semacam itu sebelumnya digunakan untuk menyimpan senjata atau merancang serangan, termasuk masuk ke wilayah Israel dari bawah tanah seperti terjadi pada tahun 2014. Insiden terowongan roboh semacam ini pernah terjadi sebelumnya.
Pada Sabtu (23/1) lalu, terowongan Hamas di Al-Maghazi, pusat Gaza, roboh dan menewaskan seorang pria berusia 30 tahun. Pada Desember tahun lalu, sebanyak 14 warga Palestina diselamatkan setelah terjebak berjam-jam di dalam terowongan dekat perbatasan Mesir yang dilanda banjir dan nyaris roboh.
(nvc/nwk)











































