13 Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Nigeria

13 Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Nigeria

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 28 Jan 2016 04:03 WIB
13 Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Nigeria
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Nigeria - Sedikitnya 13 orang tewas dalam peristiwa bom bunuh diri di Chibok sebuah kota di timur laut Nigeria. Bom bunuh diri ini dilakukan oleh tiga orang.

Dilansir dari AFP, Kamis (28/1/2016), ledakan itu terjadi sekitar tengah hari (1100 GMT) pada Rabu (27/1). Menurut Ayuba Chibok, tetua di kota itu, sebagai kota terpencil di negara bagian Borno, saat kejadian Chibok penuh sesak dengan pedagang pasar mingguan dari desa-desa di sekitarnya.

"Sepuluh tewas di tempat dan satu lagi tewas dalam perjalanan ke rumah sakit," kata petugas kesehatan Dazzban Buba, relawan yang merawat dan mengobati yang korban luka di rumah sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seorang wanita dan seorang anak tewas ketika mereka sedang dalam perjalanan (ke rumah sakit), jadi sekarang jumlah korban tewas sebanyak 13 orang. 30 lainnya luka-luka dan 21 orang kritis," sambungnya.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab dalam peristiwa itu. Namun ledakan itu mirip dengan ciri khas Boko Haram yang berulangkali menyerang sasaran 'lunak' seperti pasar, masjid dan stasiun bus menggunakan bom bunuh diri sejak tentara mengusir kelompok dari wilayah utara yang telah ditangkap sebelumnya.

Ledakan pada Rabu (27/1), merupakan serangan bunuh diri dan telah memicu ketakutan warga yang kemudian mengunci diri di dalam rumah mereka atau melarikan diri karena takut serangan itu berulang.

Presiden Muhammadu Buhari, pada kunjungan kenegaraan tiga hari di Kenya, tidak menyebutkan langsung serangan Chibok pada upacara peringatan untuk mengenang tentara Kenya yang dibunuh oleh militan Shebab.Β  Namun ia mengatakan kepada jemaat, "Teroris tidak memiliki tempat dalam masyarakat kita, desa, kota, kota dan Negara. Kita semua harus bangkit melawan terhadap budaya intoleransi, kebencian dan ekstrimis ideologi yang mendorong terorisme," katanya.

Beberapa pekan terakhir serangan Boko Haram mereda, dengan hanya tiga peristiwa yang tercatat di Nigeria bulan ini. Tetapi mereka telah menggarisbawahi kesulitan dalam melindungi daerah-daerah pedesaan yang sulit dijangkau.

(Hbb/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads