Dilansir dari AFP, Rabu (27/1/2016), penyerang adalah seorang pemuda yang bermukim di pusat pengungsi untuk kaum muda berumur antara 14 tahun dan 17 tahun. Pusat pengungsi tersebut berlokasi di Molndal, dekat kota Gothenburg di pantai barat Swedia.
Pegawai pusat pengungsi yang meninggal bernama Alexandra Mezher berumur 22 tahun. Keluarga Mezher diketahui berasal dari Lebanon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir banyak orang yang prihatin dan khawatir bahwa akan ada lebih banyak kekerasan sejak Swedia menerima begitu banyak pengungsi anak-anak tanpa pendamping dan orang-orang muda," kata Perdana Menteri Stefan Lofven setelah mengunjungi Molndal.
"Banyak dari mereka yang datang ke Swedia adalah orang muda yang memiliki pengalaman traumatis, dan tidak ada jawaban yang mudah," lanjutnya.
Insiden ini terjadi setelah Kepala Kepolisian Nasional Swedia Dan Eliasson meminta tambahan 4.100 polisi dan staf pendukung untuk membantu memerangi terorisme, melakukan deportasi migran dan mengamankan fasilitas-fasilitas pencari suaka.
Menurut Badan Migrasi Swedia, jumlah ancaman dan insiden kekerasan di fasilitas-fasilitas pencari suaka meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun 2014 ke tahun 2015, seiring Swedia mencatat rekor jumlah kedatangan migran. Pada tahun 2014, tercatat 148 insiden kekerasan, sementara pada tahun 2015 angkanya melonjak menjadi 322 insiden. (yds/dnu)











































