Kematian wanita berumur 23 tahun tersebut disampaikan juru bicara rumah sakit Hadassah seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/1/2016).
Seorang wanita Israel lainnya yang terluka dalam insiden yang sama, saat ini masih dirawat di rumah sakit lainnya. Kondisinya tidak begitu parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini merupakan yang ketiga kalinya di pemukiman Tepi Barat sejak 17 Januari lalu, ketika seorang wanita Israel ditusuk hingga tewas di rumahnya di Otniel. Otoritas Israel telah menangkap seorang remaja putra Palestina berumur 15 tahun atas pembunuhan itu. Keesokan harinya, seorang wanita hamil terluka setelah ditikam di pemukiman Tekoa. Pelakunya, seorang remaja Palestina berusia 17 tahun ditembak oleh aparat keamanan dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi serius.
Menurut radio publik Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memerintahkan militer untuk mengajukan "rencana komprehensif" guna lebih menjamin keamanan pemukiman-pemukiman Yahudi.
Aksi penikaman marak di Tepi Barat sejak 1 Oktober 2015 lalu. Setidaknya 159 warga Palestina dan 24 warga Israel tewas dalam gelombang kekerasan tersebut. Kebanyakan warga Palestina yang tewas adalah para pelaku penusukan yang ditembak aparat keamanan Israel.
(ita/ita)











































