Diungkapkan pejabat setempat, terjadi empat ledakan di sebuah pasar dan akses masuk ke Kota Bodo yang berbatasan langsung dengan daerah gerilyawan di timur laut Nigeria. Diduga serangan ini erat kaitannya dengan kelompok militan Islam Boko Haram.
"Data terbaru korban meninggal ada 28 orang dan 65 orang mengalami luka-luka. Saat ini situasi stabil. Pasukan keamanan kami tetap (berjaga) di tempat," ujar salah seorang pejabat setempat yang enggan disebut namanya seperti yang dilansir Reuters, Selasa (26/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi pengeboman ini bukan yang pertama kali ditargetkan di Bodo. Sebelumnya, pada akhir Desember lalu juga ada dua wanita melakukan bom bunuh diri di pintu masuk kota utama.
Para pejabat setempat mengatakan, kala itu mereka berupaya masuk ke tengah keramaian pasar namun berhasil dicegah oleh warga setempat. Tidak ada korban luka-luka dalam kejadian tersebut.
Selanjutnya, pada 13 Januari lalu juga seorang pelaku bom bunuh diri juga menewaskan 12 orang dan korban luka-luka lainnya di sebuah masjid di Kouyape, Kamerun Utara. Untuk menumpas berbagai serangan dari kelompok Boko Haram, tentara Chad, Kamerun, Niger dan Nigeria ditempatkan di barisan terdepan. Mereka juga mendapat bantuan perlengkapan militer dan pasukan dari tentara Amerika Serikat. (aws/bag)











































