Kepolisian Malaysia menyatakan, video yang diyakini menampilkan anggota-anggota kelompok militan Katibah Nusantara dengan logo ISIS tersebut, merupakan video pertama yang muncul dari ISIS di Malaysia.
"Ancaman ini sangat nyata dan pemerintahan saya menanggapinya dengan sangat serius," kata Najib dalam konferensi mengenai ekstremisme yang berlangsung hari ini di Kuala Lumpur, Malaysia, seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (25/1/2016).
"Ini tantangan yang kita semua hadapi di seluruh dunia. Kita jauh dari kebal terhadap bahaya ini di Malaysia," imbuhnya.
Sebelumnya pada Minggu, 24 Januari, kepolisian Malaysia telah menangkap tujuh anggota sebuah sel ISIS yang merencanakan serangan-serangan di negeri Jiran itu. Mereka ditangkap dalam operasi yang digelar selama 3 hari di sejumlah negeri bagian Malaysia. Dalam penangkapan mereka, polisi menemukan peluru, buku-buku mengenai jihad, bendera-bendera ISIS dan video-video propaganda ISIS.
Sepuluh hari lalu, otoritas Malaysia juga menangkap tersangka militan yang diyakini merencanakan serangan bunuh diri di Kuala Lumpur.
(ita/ita)











































