Roqaya Abu-Eid meninggalkan desanya di Anata, Tepi Barat dan pergi ke gerbang pemukiman Yahudi terdekat, Anatot pada Sabtu, 23 Januari waktu setempat. Rekaman video yang dirilis media Israel menunjukkan, anak perempuan itu memegang sebilah pisau dan berlari ke arah penjaga keamanan, yang kemudian menembaknya. Tembakan itu menewaskan gadis kecil Palestina tersebut.
"Dia cuma anak kecil. Tak ada alasan di dunia ini untuk dia ditembak dan tewas," ujar ayahnya, Eid Abu-Eid seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (25/1/2016) usai pemakaman putrinya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu seakan dia menjatuhkan hukuman mati padanya," cetusnya.
Menurut penghitungan media AFP, dengan kematian bocah Palestina itu, berarti sejauh ini sudah 156 warga Palestina tewas dalam gelombang kekerasan sejak 1 Oktober 2015. Sebagian besar warga Palestina tersebut tewas ditembak saat hendak atau usai menikam pasukan keamanan Israel.
Kelompok-kelompok HAM telah menyerukan Israel untuk menghentikan penggunaan "kekuatan mematikan" terhadap para penyerang. Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom bahkan menuding otoritas Israel melakukan "eksekusi di luar hukum" sebagai respons atas serangan-serangan penikaman oleh warga Palestina.
(ita/ita)










































