Berdasarkan informasi yang dilansir Reuters, Senin (25/1/2016), kini aktivitas di New York kembali dibuka pada Minggu (24/1) pagi waktu setempat. Pencabutan larangan aktivitas disampaikan Gubernur New York, Andrew Cuomo, menyusul redanya badai salju yang telah melanda sisi timur Amerika Serikat selama kira-kira 36 jam itu.
Badan Cuaca Nasional menyebut badai salju kali ini merupakan yang kedua terbesar sepanjang sejarah kota New York. Ketebalan salju 26,8 inchi (68 cm) di Central Park pada Sabtu (23/1) tengah malam hanya kalah dari ketebalan yang timbul karena badai salju pada tahun 2006, yaitu 26,9 inchi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walikota Washington DC, Muriel Bowser, telah memberi pengumuman bahwa pihaknya membutuhkan sedikitnya 4000 sukarelawan untuk membantu membersihkan salju yang menutup kota. Sejauh ini sudah ada 2000 orang yang mendaftar. Mereka akan bertugas membersihkan trotoar dan lorong-lorong.
Kantor berita AFP sebelumnya melansir bahwa korban meninggal akibat gempa sejauh ini berjumlah 18 orang. Sedangkan Reuters menyebut korban meninggal berjumlah 19 orang.
Jumlah tersebut secara detail terdiri dari 13 orang meninggal karena kecelakaan kendaraan yang berhubungan dengan badai di Arkansas, Carolina Utara, Ohio, Tennessee, dan Virginia. Satu orang meninggal di Maryland, dan 3 orang di New York saat menyekop salju. Serta dua orang meninggal karena hypothermia di Virginia. (rna/fdn)











































