Dilansir AFP, Minggu (24/1/2015), larangan perjalanan diberlakukan di New York dan sekitarnya pada Sabtu (23/1). Kota terpadat di AS ini ditutup karena badai salju besar yang tengah melanda.
Gubernur Negara Bagian New York Andrew Cuomo memberlakukan larangan pada semua jalan lokal dan negara di seluruh kota dengan 8,4 juta penduduk ini. Wilayah Long Island dan penyeberangan barat ke New Jersey juga ditutup dari pukul 2:30 (19.30 GMT).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cuomo dan Gubernur New Jersey Chris Christie melarang perjalanan di jembatan dan terowongan yang menghubungkan Manhattan melintasi Sungai Hudson. Termasuk juga George Washington Bridge yang termasuk lokasi tersibuk di dunia.
Para pejabat mengatakan, hanya kendaraan darurat yang bisa melintas. Kendaraan yang diizinkan melintas hanya kendaraan aparat dan kendaraan tenaga kesehatan seperti ambulans.
"Keselamatan adalah prioritas nomor satu kami. Kami sedang melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk menjaga orang-orang yang aman, dan saya mendorong semua warga New York untuk menunggu badai di dalam ruangan," ujar Cuomo kepada wartawan.
Sebagian besar penerbangan ke dan dari bandara daerah New York-La Guardia, John F Kennedy dan Newark juga dibatalkan.
Wali Kota New York Bill de Blasio memperingatkan bahwa lebih dari 20 inci (50 cm) salju diperkirakan menumpuk di kota. Badai salju ini diperkirakan merupakan yang terburuk sepanjang hampir 100 tahun terakhir.
"Ini adalah masalah yang sangat besar," ujar Blasio. Pada Sabtu sore salju di Central Park tercatat telah mencapai setinggi 14,7 inci. Saking parahnya badai salju ini, media setempat sampai menyebutnya 'Snowzilla'. (hri/fiq)











































