Militan Suriah Ditangkap di Jerman Atas Kejahatan Perang

Militan Suriah Ditangkap di Jerman Atas Kejahatan Perang

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2016 16:56 WIB
Militan Suriah Ditangkap di Jerman Atas Kejahatan Perang
Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)
Berlin - Seorang warga Suriah ditangkap di Jerman atas tudingan terlibat kejahatan perang. Pria yang disebut sebagai anggota militan ini menculik seorang personel pasukan perdamaian PBB di Damaskus tahun 2013 lalu.

Disampaikan jaksa federal Jerman, seperti dilansir AFP, Sabtu (23/1/2016), pria berusia 24 tahun yang bernama Suliman AS ini diyakini anggota kelompok militan jaringan Al-Nusra Front. Penyelidikan otoritas Jerman menemukan bahwa Suliman terlibat dalam penculikan pada 17 Februari 2013 lalu.

"Terlibat penjagaan korban penculikan antara Maret dan Juni 2013," sebut jaksa federal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB atau UN Disengagement Observer Force (UNDOF) di Golan Heights ini berhasil menyelamatkan diri pada Oktober 2013. Identitas personel yang diculik tidak dirilis oleh otoritas Jerman.

"Pelaku diduga terlibat serangan selama perang sipil terhadap seseorang, yang terlibat misi menjaga perdamaian di bawah Piagam PBB, dan oleh karena itu berhak mendapat perlindungan," terang jaksa.

"Perintah penangkapan terhadapnya (Suliman) terkait dugaan kejahatan perang terhadap operasi kemanusiaan," imbuhnya.

Pada tahun 2013 lalu, PBB pernah menyebut seorang penasihat hukum asal Kanada, Carl Campeau diculik pada 17 Februari ketika mengemudikan mobilnya di pinggiran Damaskus. Dia kemudian dibebaskan pada Oktober tahun yang sama, tanpa ada pembayaran tebusan.

Dua kelompok pasukan perdamaian UNDOF lainnya juga dilaporkan diculik pada tahun yang sama di zona gencatan senjata Golan Heights. Kelompok pertama terdiri atas 21 tentara dan kelompok kedua terdiri atas empat tentara. Semuanya berkewarganegaraan Filipina dan telah dibebaskan kemudian.

UNDOF telah berada di Golan Heights yang terletak di antara perbatasan Suriah-Israel, sejak tahun 1974 lalu. Pasukan ini terdiri atas 1.000 tentara dan staf sipil pada tahun 2013. Sekitar 917 tentara yang tergabung dengan pasukan ini berasal dari Austria, India, Filipina, Maroko dan Moldova. Namun seiring semakin maraknya penculikan, Austria menarik seluruh tentaranya dengan alasan keamanan.

(nvc/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads