Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (23/1/2016), Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, awalnya menyebut lima orang tewas dalam penembakan pada Jumat (22/1) waktu setempat dan dua orang lainnya luka kritis. Namun kepolisian Kanada merevisi jumlah korban tewas menjadi empat orang.
"Jelas ini merupakan mimpi terburuk setiap orangtua," ucap PM Trudeau yang kini tengah menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi awal menyebut lima korban tewas akibat tragedi ini. Pada saat ini, saya bisa memastikan empat orang tewas," imbuhnya.
Motif penembakan ini belum diketahui pasti. Pelaksana tugas wali kota La Loche, Kevin Janvier, menuturkan kepada Canadian Press bahwa insiden ini berawal dari rumah tersangka yang tidak disebut identitasnya.
"Saya tidak yakin 100 persen apa yang sebenarnya terjadi, tapi ini semua dimulai di rumah dan berakhir di sekolah," tuturnya.
Levy menyatakan, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini lebih mendalam.
Penembakan massal seperti ini tergolong jarang terjadi di Kanada, yang memiliki aturan kepemilikan senjata lebih ketat dari AS. Insiden penembakan sekolah paling parah di Kanada terjadi tahun 1989 lalu, ketika 14 siswa termasuk 10 siswa putri tewas dalam penembakan di Polytechnic School di Montreal.
(nvc/faj)











































