Dalam wawancara dengan Reuters di Kairo, Mesir, Jumat (22/1/2016), Obaidi menyebut para pelaku di balik penculikan tiga warga AS sudah mengincar korbannya, karena ketiganya berulang kali mengunjungi tempat yang sama di Baghdad. Tidak disebut lebih lanjut identitas ketiga warga AS yang diculik.
Baca juga: Kepolisian Irak Pastikan Hilangnya 3 Warga Amerika di Baghdad
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebuah geng terorganisir melihat korban datang berulang kali ke tempat ini, yang saya yakini, mencurigakan. "Kita tidak bisa mengatakan geng ini Sunni atau Syiah, tapi mereka melakukan penculikan dan pemerasan," ucap Obaidi, tanpa menjelaskan lebih lanjut tempat yang sering dikunjungi korban, dan juga tidak menjelaskan mengapa dirinya menganggap tempat itu mencurigakan.
Informasi sedikit berbeda disampaikan intelijen Irak, yang sebelumnya menyebut ketiga warga AS ini disekap oleh milisi Syiah yang didukung Iran. Sumber dari kalangan pejabat intelijen Irak pada Rabu (20/1) menyebut sekelompok pria bersenjata tak dikenal menculik ketiga warga AS ini dari kediaman mereka di distrik Dora, Baghdad pada Jumat (15/1).
Baca juga: 3 Warga AS yang Hilang di Irak Disekap Milisi yang Didukung Iran
Intelijen AS sendiri, menurut sumber pemerintah AS, tengah menyelidiki penculikan ini dengan fokus pada tiga kelompok militan yang dekat dengan Iran. Ketiga kelompok yang dimaksud ialah Asib Ahl al-aq, Kata'ib Hezbollah dan Badr Organization.
Meskipun ketiga kelompok itu dekat dengan Iran, sumber ini menyatakan, AS tidak meyakini Iran terlibat langsung atau ketiganya kini disekap di wilayah Iran. Tapi, Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Kamis (21/1) di sela-sela forum ekonomi di Davos, Swiss mengaku dirinya meminta bantuan Iran untuk mencari ketiga warga AS yang hilang di Irak.
"Saya memintanya (Zarif) untuk membant, jika Iran tahu cara untuk membantu, atau jika mereka bisa menggunakan pengaruh mereka untuk mencari jalan keluar. Dia mengatakan akan mempertimbangkan dan berusaha melakukan apapun semampu mereka. Dia tidak mengetahui informasi apapun soal ini," terang Kerry.
(nvc/ita)










































