Seperti dilansir Reuters, Jumat (22/1/2016), mantan polisi bernama Daniel Holtzclaw ini dinyatakan bersalah atas 17 dari total 36 dakwaan kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan. Tindak pidana itu terjadi antara Desember 2013 hingga Juni 2014, ketika Holtzclaw masih aktif.
Hakim Timothy Henderson di pengadilan Oklahoma City menjatuhkan vonis maksimal setelah para korban memberikan keterangan di pengadilan pada Kamis (21/1) waktu setempat. Korban menyebutkan bahwa mantan polisi itu telah menghancurkan hidup mereka. Vonis 263 tahun penjara itu diperintahkan untuk dijalani secara berurutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat ingin hidup saya kembali -- hidup yang saya miliki sebelum dia (Hiltzclaw) merenggutnya," ucap salah korban Holtzclaw, Jannie Ligons, dalam persidangan.
Holtzclaw yang mengenakan seragam tahanan warna oranye ini, tidak memberikan pembelaan diri dalam persidangan. Pengacaranya hanya mengatakan pihaknya berniat mengajukan banding atas vonis ini.
Korban Holtzclaw lainnya, Sherry Ellis, menuturkan kepada pengadilan bahwa dirinya tidak pernah menyangka ada polisi yang bertindak bejat seperti Holtzclaw. "Dia patut mendapat apa yang didapatnya. Tidak akan ada satu haripun di mana saya tidak memikirkan bagaimana saya diperkosa," ujarnya.
Total ada 13 wanita korban Holtzclaw yang memberikan keterangan di pengadilan semenjak persidangan kasus ini digelar tahun lalu. Holtzclaw yang tidak memberi pernyataan pembelaan ini, dipecat dari kepolisian pada Januari 2015 setelah tiga tahun mengabdi.
(nvc/ita)










































