"Korban tewas dalam serangan teroris bertambah menjadi 21 orang," sebut kepala kepolisian wilayah setempat, Saeed Wazir, kepada AFP, Rabu (20/1/2016).
Polisi, tentara dan pasukan khusus langsung menyerbu Universitas Bacha Khan untuk melumpuhkan para pelaku. Tidak diketahui pasti ada berapa jumlah pria bersenjata yang menyerbu universitas tersebut. Namun militer Pakistan menyebut empat pria bersenjata berhasil dibunuh dalam operasi penyerbuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu dosen mengalami luka-luka (REUTERS/Fayaz Aziz) |
Wazir menyatakan, operasi melumpuhkan para pelaku kini telah berakhir. Aparat penegak hukum tengah melakukan pembersihan di lokasi kejadian. Dia menyebut, kebanyakan mahasiswa yang menjadi korban tewas ditembak di asrama khusus laki-laki di kompleks universitas tersebut.
"Lebih dari 30 orang lainnya, termasuk mahasiswa, staf dan petugas keamanan mengalami luka-luka," imbuhnya.
Para korban luka dilarikan ke rumah sakit terdekat (REUTERS/Reuters TV) |
PM Sharif kini tengah berada di Zurich, Swiss, namun kantornya merilis pernyataan menanggapi serangan yang melanda universitas yang ada di wilayah Charsadda, yang berjarak 50 kilometer dari kota Peshawar tersebut. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.
"Perdana Menteri Muhammad Nawaz Sharif sangat berduka atas insiden penyerangan teroris menyedihkan di Universitas Bacha Khan, Charsadda, yang dilaporkan merenggut nyawa manusia dan melukai banyak orang lainnya," demikian pernyataan kantor PM Sharif, seperti dilansir CNN.
"Selain mengecam serangan teroris yang pengecut ini, Perdana Menteri menyebut pembunuhan mahasiswa dan warga yang tidak bersalah merupakan tindakan yang tidak mencerminkan agama maupun keyakinan manapun," demikian disampaikan.
(nvc/ita)












































Salah satu dosen mengalami luka-luka (REUTERS/Fayaz Aziz)
Para korban luka dilarikan ke rumah sakit terdekat (REUTERS/Reuters TV)