Pria Afghanistan Potong Hidung Istrinya, Publik Marah

Pria Afghanistan Potong Hidung Istrinya, Publik Marah

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 20 Jan 2016 12:15 WIB
Pria Afghanistan Potong Hidung Istrinya, Publik Marah
Ilustrasi
Kabul - Seorang suami di Afghanistan tega memotong hidung istrinya sendiri. Foto wanita Afghanistan yang menjadi korban kekejian suaminya itu beredar luas dan memicu kemarahan publik Afghanistan.

Publik beserta aktivis setempat menyerukan hukuman berat untuk tindakan yang disebut aksi biadab ini. Seperti dilansir AFP, Rabu (20/1/2016), wanita bernama Reza Gul (20) ini dilarikan ke rumah sakit setelah dia diserang dengan pisau oleh suaminya pada Minggu (17/1). Sang suami yang diidentifikasi sebagai Mohammad Khan, hingga kini masih diburu polisi.

"Suami saya mengikat tangan saya dan memotong hidung saya," tutur Gul kepada AFP dari ranjang rumah sakit tempatnya dirawat, dengan perban putih masih menutup hidungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia kerap menyiksa saya," imbuhnya, dalam keadaan berbaring bersama bayinya yang berusia 1 tahun.

Insiden ini menyoroti maraknya praktik kekerasan terhadap wanita di Afghanistan, meskipun negara tersebut telah mengalami reformasi sejak rezim Taliban digulingkan dalam invasi pimpinan Amerika Serikat pada tahun 2001 lalu.

"Tindakan biadab dan brutal seperti ini harus dikecam keras. Insiden semacam ini tidak akan terjadi jika sistem peradilan pemerintah menghukum serangan terhadap wanita dengan berat," tutur aktivis HAM wanita, Alema, kepada AFP.

Foto Gul dengan hidung diperban beredar luas di media sosial. Publik menyerukan hukuman tegas untuk suami Gul dalam serangan yang terjadi di distrik Ghormach, Provinsi Faryab ini. Otoritas setempat menyebut Gul harus menjalani operasi untuk memperbaiki hidungnya, yang tidak mungkin dilakukan di rumah sakit di Afghanistan.

Gul menikah sejak 5 tahun lalu ketika masih remaja. Setelah menikah, Gul banyak mengalami kekerasan dari suaminya. Dia pun akhirnya kabur ke rumah orang tuanya yang saat itu masih dikuasai Taliban. Di sana, Taliban menjadi penengah pertikaian Gul dengan sang suami yang pengangguran. Menurut Gul, saat itu sang suami bersumpah di atas Alquran untuk tidak lagi menyakiti dirinya. Tapi ternyata ketika Gul bersedia pulang, sang suami malah memotong hidungnya.

"Desa tempat tinggal Gul dikuasai Taliban... tapi polisi berusaha mengejar suaminya," tutur kepala kepolisian Faryab, Sayed Aqa Andarabi kepada AFP.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads