Pembebasan sebagian warga tersebut disampaikan oleh kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (20/1/2016).
Namun menurut Observatory, ISIS juga menculik sekitar 50 pria saat penyerbuan ke rumah-rumah di Deir al-Zor pada Selasa, 19 Januari. Dikatakan kepala Observatory, Rami Abdulrahman, ISIS menahan para pria berusia antara 14 tahun dan 55 tahun itu untuk diinterogasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Amerika Serikat mengecam kekerasan terhadap warga sipil di Deir al-Zor dan menyatakan, mereka yang bertanggung jawab harus diadili.
"Kami menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat dari setiap warga sipil yang diculik dan mereka semua yang ditahan ISIL (nama lain ISIS)," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner.
(ita/ita)











































