Disebut Diktator, Erdogan Gugat Pemimpin Oposisi Turki

Disebut Diktator, Erdogan Gugat Pemimpin Oposisi Turki

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 19 Jan 2016 16:14 WIB
Disebut Diktator, Erdogan Gugat Pemimpin Oposisi Turki
Recep Tayyip Erdogan (REUTERS/Kayhan Ozer/Presidential Press Office/Handout via Reuters)
Ankara - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajukan gugatan terhadap pemimpin oposisi negara tersebut. Gugatan ini terkait pernyataan pemimpin oposisi itu yang menyiratkan Erdogan sebagai diktator.

Selama ini Erdogan memang dikenal intoleran terhadap kritikan dan pernyataan yang dianggap menyerangnya. Bahkan Erdogan siap mengajukan langkah hukum terhadap setiap komentar yang dianggap menghinanya.

Pekan lalu, Erdogan mendorong para jaksa setempat untuk menyelidiki sejumlah akademisi yang menandatangani deklarasi mengkritik aksi militer di wilayah Kurdi yang ada di Turki bagian tenggara. Hal itu memicu pemimpin oposisi Turki untuk memberikan komentarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akademisi yang menyampaikan pendapat mereka ditahan satu-persatu berdasarkan intruksi yang diberikan oleh seseorang yang disebut diktator," sebut pemimpin Partai Rakyat Republik (CHP) Kemal Kilicdaroglu pada Sabtu (16/1) dan dilansir Reuters, Selasa (19/1/2016).

"Anda boleh saja tidak setuju dengan isi deklarasi tersebut. Kita juga memiliki masalah dengan hal itu, kita memiliki perbedaan pendapat. Tapi mengapa membatasi kebebasan berbicara?" imbuhnya dalam komentar kepada kongres partainya di Ankara.

Media setempat menyebut, kantor jaksa di Ankara telah mulai menyelidiki komentar Kilicdaroglu tersebut. "Menghina presiden secara terbuka," demikian dilaporkan media setempat soal dakwaan yang dijeratkan kepada Kilicdaroglu.

Sesuai dengan aturan yang berlaku di Turki, menghina presiden merupakan tindak kejahatan dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara. Kilicdaroglu yang seorang anggota parlemen Turki menikmati kekebalan dari peradilan, namun parlemen bisa saja menggelar voting untuk menghilangkan kekebalan itu.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads