"Ini tindak percobaan membakar sebuah gedung pemerintah di Qatif menggunakan bom molotov," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Saudi, seperti dikutip media Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir AFP, Selasa (19/1/2016).
(Baca juga: Ratusan Warga Syiah di Arab Saudi Berunjuk Rasa untuk Ulama Nimr)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tersangka yang tidak disebut namanya ini, juga mengaku bertanggung jawab atas penembakan terhadap petugas keamanan setempat dan pembakaran sebuah bus di wilayah tersebut, pada 5 Januari. Kepolisian sebelumnya melaporkan adanya aksi pembakaran bus di Qatif, namun menyatakan tidak ada korban jiwa.
(Baca juga: Iran Tangkap 3 Tersangka Utama Penyerangan Kedutaan Arab Saudi)
Aksi protes atas eksekusi mati ulama Nimr terus berlangsung selama sepekan di Qatif, yang didominasi warga Syiah. Ulama Nimr dieksekusi mati bersama 46 orang lainnya yang dinyatakan bersalah atas terorisme. Oleh otoritas Saudi, ulama Nimr diyakini sebagai tokoh penggerak unjuk rasa antipemerintah pada tahun 2011 lalu.
Eksekusi mati ulama Nimr berujung protes keras di sejumlah negara-negara mayoritas Syiah, termasuk Iran. Bahkan terjadi penyerangan terhadap kedutaan dan konsulat Saudi di Iran, yang berdampak pada pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran oleh otoritas Saudi.
Pemutusan hubungan diplomatik itu memicu ketegangan kawasan Timur Tengah, setelah beberapa negara sekutu Saudi ikut memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.
(Baca juga: Pejabat Senior Iran Dicopot Terkait Penyerangan Kedutaan Arab Saudi)
(nvc/ita)











































