Seperti dilansir Reuters, Senin (18/1/2016), pria yang tidak disebut identitasnya itu, disebut sebagai bagian staf manajemen departemen perundingan, yang merupakan salah satu sayap Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Pejabat otoritas Palestina menyebut tersangka ditangkap sekitar dua minggu lalu.
"Berkolaborasi dengan Israel," sebut seorang pejabat keamanan Palestina lainnya, kepada Reuters soal dakwaan yang dijeratkan kepada pria itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun berapa lama tersangka menjadi mata-mata untuk Israel dan dampak apa saja yang dipicu oleh tersangka, tidak diketahui pasti.
Sedangkan menurut sumber keamanan Palestina seperti dilansir AFP, tersangka merupakan salah satu ajudan Sekjen PLO Saeb Erekat. Selama ini, Erekat yang merupakan sekutu dekat Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dikenal sebagai perunding top dalam upaya perdamaian Palestina-Israel. Perundingan itu sendiri dilanda kebuntuan sejak dua tahun terakhir.
Disebutkan juga bahwa tersangka sudah berada di bawah pengawasan otoritas Palestina untuk jangka waktu cukup lama. Belum ada komentar dari pihak Israel atas kasus ini.
Di bawah hukum yang berlaku di Palestina, mereka yang dituding menjadi mata-mata untuk Israel terancam hukuman mati.
(nvc/mad)










































