Diduga Mata-mata Israel, Ajudan Perunding Top Palestina Ditangkap

Diduga Mata-mata Israel, Ajudan Perunding Top Palestina Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 18 Jan 2016 11:49 WIB
Diduga Mata-mata Israel, Ajudan Perunding Top Palestina Ditangkap
Ilustrasi (Pawel Kopczynski/REUTERS)
Ramallah - Otoritas Palestina menangkap salah satu staf departemen perundingan damai mereka terkait spionase. Ajudan perunding top Palestina ini dicurigai menjadi mata-mata untuk Israel.

Seperti dilansir Reuters, Senin (18/1/2016), pria yang tidak disebut identitasnya itu, disebut sebagai bagian staf manajemen departemen perundingan, yang merupakan salah satu sayap Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Pejabat otoritas Palestina menyebut tersangka ditangkap sekitar dua minggu lalu.

"Berkolaborasi dengan Israel," sebut seorang pejabat keamanan Palestina lainnya, kepada Reuters soal dakwaan yang dijeratkan kepada pria itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut surat kabar setempat, Al Ayyam, yang mengutip pejabat senior Palestina, disebutkan tersangka merupakan anggota veteran tim PLO yang berusia 20 tahun. Menurut Al Ayyam yang terbit di kota Ramallah, Tepi Barat, tersangka telah mengakui perbuatannya.

Namun berapa lama tersangka menjadi mata-mata untuk Israel dan dampak apa saja yang dipicu oleh tersangka, tidak diketahui pasti.

Sedangkan menurut sumber keamanan Palestina seperti dilansir AFP, tersangka merupakan salah satu ajudan Sekjen PLO Saeb Erekat. Selama ini, Erekat yang merupakan sekutu dekat Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dikenal sebagai perunding top dalam upaya perdamaian Palestina-Israel. Perundingan itu sendiri dilanda kebuntuan sejak dua tahun terakhir.

Disebutkan juga bahwa tersangka sudah berada di bawah pengawasan otoritas Palestina untuk jangka waktu cukup lama. Belum ada komentar dari pihak Israel atas kasus ini.

Di bawah hukum yang berlaku di Palestina, mereka yang dituding menjadi mata-mata untuk Israel terancam hukuman mati.

(nvc/mad)


Berita Terkait