Kursi Kosong di Pidato Tahunan Terakhir Obama Ramai Dibahas

Kursi Kosong di Pidato Tahunan Terakhir Obama Ramai Dibahas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 13 Jan 2016 12:19 WIB
Kursi Kosong di Pidato Tahunan Terakhir Obama Ramai Dibahas
kursi kosong untuk mengenang korban penembakan (Foto: AFP)
Washington, - Presiden Amerika Serikat Barack Obama hari ini menyampaikan pidato kenegaraan tahunannya, State of the Union yang terakhir di depan Kongres AS. Sesuai tradisi, ada 24 tamu undangan, termasuk veteran perang dan anggota militer yang mendapat kehormatan untuk duduk di balkon samping bersama-sama Ibu Negara Michelle Obama saat Obama menyampaikan pidatonya.

Namun untuk tahun ini, ada yang sedikit berbeda. Ada satu kursi kosong di sebelah Michelle yang ramai dibahas di media sosial. Kursi kosong ini ternyata memang disengaja, yakni sebagai simbol guna mengenang ribuan orang yang telah menjadi korban aksi-aksi penembakan yang marak di AS.

Pekan lalu, Gedung Putih telah mengumumkan akan sengaja membiarkan satu kursi kosong di area tempat duduk Michelle selama pidato SOTU Obama. Kursi tersebut biasanya akan ditempati oleh tamu undangan, yang kisah hidup atau prestasinya sesuai dengan isu-isu yang ingin ditonjolkan Presiden dalam pidato kenegaraan SOTU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak pengumuman Gedung Putih itu, keluarga para korban kekerasan senjata api melakukan kampanye di media sosial, khususnya Twitter dengan tagar (hashtag) #EmptySeat. Lewat tagar ini, banyak yang mengungkapkan perasaan kehilangan anggota keluarga mereka akibat kekerasan senjata api.

Seperti diberitakan Washington Post, Rabu (13/1/2016), saat pidato Obama ini berlangsung, #EmptySeat sempat menjadi trending topic di Twitter. Keluarga korban kejahatan senjata api pun menyambut langkah Obama lewat simbol kursi kosong tersebut.

"Kami rasa ini sikap yang sangat menghormati dari Ibu Negara dan pesan yang sangat kuat dari Obama," ujar Caren Teves yang kehilangan putranya, Alex dalam insiden penembakan tahun 2012 di kota Aurora. Alex termasuk di antara 12 korban yang tewas ketika pria bersenjata menyerbu gedung bioskop Century 16 saat berlangsung pemutaran film Batman: The Dark Knight Rises.

"Bagi saya dia (Obama) mengatakan, "Saya mendengar kalian, saya merasakan kepedihan kalian dan saya akan melakukan sesuatu tentang itu. Dia memperkuat suara kami," tandas wanita itu.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini