Dilaporkan media setempat, Today's Zaman, Selasa (12/1/2016), Dewan Mahkamah Televisi dan Radio Turki (RTUK) memberlakukan larangan media atas setiap peliputan di lokasi kejadian yang terletak dekat Blue Mosque dan Hagia Sophia ini. Dengan larangan ini, media-media televisi tak bisa menyiarkan laporan langsung dari lokasi kejadian.
Sejumlah jurnalis dan kantor berita setempat melaporkan adanya larangan media ini melalui media sosial. Media Inggris, ITV, melaporkan larangan ini dikeluarkan setelah ada media lokal yang melaporkan ledakan itu sebagai serangan teror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, kantor Gubernur Istanbul menyebut otoritas setempat masih menyelidiki secara mendalam jenis peledak yang digunakan dalam insiden ini dan siapa yang bertanggung jawab.
Otoritas setempat belum secara resmi memastikan bahwa ledakan ini dipicu bom. Namun sejumlah saksi mata menyebut ledakan ini dipicu seorang pengebom bunuh diri. Hal ini belum bisa dipastikan kebenarannya.
Sedikitnya 10 orang tewas dan 15 orang lainnya luka-luka akibat ledakan ini. Para korban luka dilaporkan dibawa ke Haseki Training and Research Hospital dan sejumlah rumah sakit lainnya.
![]() |












































