Meskipun ada resolusi PBB, Korut menyatakan bahwa teknologi rudal balistik miliknya mampu meluncurkan hulu ledak nuklir dari kapal selam. Klaim ini diragukan oleh sejumlah pakar dan juga analis.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (12/1/2016), televisi nasional Korut menayangkan video uji coba rudal balistik itu pada Jumat (8/1) lalu, dengan menyebut uji coba itu digelar pada Desember 2015. Namun tidak seperti uji coba pada Mei tahun lalu, uji coba pada Desember itu tidak diumumkan ke publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Korea Selatan sebelumnya telah mengomentari video yang dirilis Korut tersebut. Korsel menyebut video itu dimodifikasi dan diedit dengan rekaman rudal Scud dari tahun 2014 lalu.
Analis CNS menunjukkan dua tayangan video dari media nasional Korut, yang menunjukkan api membakar rudal dan beberapa bagian kecil rudal itu terlepas. "Korut banyak menggunakan penyuntingan video untuk menutupi fakta ini," ucap Hanham.
"Mereka menggunakan beberapa sudut pandang kamera yang berbeda dan menyuntingnya untuk membuatnya seolah berasal dari beberapa peluncuran, namun ditayangkan bersisian, Anda bisa melihat itu berasal dari peristiwa yang sama," imbuhnya.
Dalam hasil analisisnya, Hanham menyebut Korut menggunakan teknik editing yang tidak sempurna dalam memotong dan membalikkan rekaman video lama dari uji coba rudal balistik dan peluncuran rudal Scud yang dilakukan sebelumnya.
(nvc/ita)











































