"Presiden menyesalkan tidak bisa bertemu dengannya (Raja Yordania Abdullah) secara pribadi dalam kunjungan kali ini, karena jadwal yang berbenturan, termasuk pidato State of the Union," ucap juru bicara Gedung Putih seperti dilansir AFP, Selasa (12/1/2016).
Obama dijadwalkan akan menyampaikan pidato tahunan mengenai berbagai isu di hadapan Kongres AS. Pidato ini biasa disebut sebagai State of the Union atau SOTU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka membahas soal perjuangan melawan militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan juga perundingan Israel-Palestina. "Upaya membangkitkan kembali perundingan damai Israel-Palestina," sebut salah satu diplomat setempat.
Kepada Raja Abdullah, Menhan Carter menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yordania dalam operasi melawan ISIS.
"Obama mengharapkan kesempatan untuk bertemu dengan Yang Mulia (Raja Abdullah) di masa mendatang," ucap pejabat Gedung Putih.
Terakhir kali, Obama dan Raja Abdullah bertemu di Washington sekitar setahun lalu. Sejak pertemuan itu, operasi melawan ISIS terus digencarkan dan upaya menyelesaikan konflik Israel-Palestina makin ditingkatkan.
(nvc/ita)










































