Seperti dilansir AFP, Selasa (12/1/2016), Wakil Kepala Keamanan untuk Gubernur Jenderal Teheran, Safar Ali Baratlou, dicopot dari jabatannya setelah Kementerian Dalam Negeri mengkaji insiden penyerangan yang terjadi 2 Januari lalu.
(Baca juga: Sikapi Ketegangan Arab Saudi-Iran, Liga Arab Kecam Iran)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah penyelidikan awal, dipastikan ada kegagalan (dalam prosedur keamanan)," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Iran seperti dikutip kantor berita IRNA.
"Karena begitu pentingnya persoalan ini, Kementerian Dalam Negeri tidak bisa mengabaikan kegagalan paling kecil sedikitpun dan faktor-faktor yang memicu insiden ini," imbuh pernyataan itu.
(Baca juga: Menlu Retno Akan Bawa Pesan Presiden Jokowi untuk Arab Saudi dan Iran)
Pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran semakin memperdalam krisis antara negara yang didominasi Syiah tersebut dengan Saudi yang didominasi Sunni. Sejumlah negara Arab lainnya yang juga sekutu Saudi, ikut memutuskan atau mengurangi hubungan dengan Iran.
Presiden Iran Hassan Rouhani sendiri mengecam keras penyerangan kedutaan dan konsulat Saudi tersebut. Rouhani menyebut serangan itu sebagai hal yang tidak bisa dibenarkan dan mendorong kepala peradilan Iran, Ayatollah Sadegh Larijani untuk menindak tegas para pelakunya.
Pencopotan Baratlou ini diikuti oleh penggantian kepala satuan khusus kepolisian Teheran, Jenderal Hassan Arabsorkhi. Namun tidak diketahui pasti apakah hal ini terkait dengan insiden penyerangan kedutaan Saudi.
(nvc/ita)










































