Sedikitnya 39 Orang Tewas dalam Serangan Udara di Suriah

Sedikitnya 39 Orang Tewas dalam Serangan Udara di Suriah

Hardani Triyoga - detikNews
Minggu, 10 Jan 2016 03:32 WIB
Sedikitnya 39 Orang Tewas dalam Serangan Udara di Suriah
Foto: Reuters
Damaskus - Sebuah serangan udara dilaporkan menewaskan sedikitnya 39 orang di kota yang dikuasai pemberontak di Suriah, Sabtu (9/1). Kejadian ini membuat was-was karena rencana persiapan pembicaraan damai yang dijadwalkan bulan ini.

Seperti dikutip dari Reuters, Minggu (10/1/2016), Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyatakan minimal 39 orang tewas dalam serangan udara ini. Titik lokasi yang diserang antara lain rumah pengadilan, penjara yang berdampingan di kota Maarat Al - Numan, Provinsi Idlib. Namun sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim serangan ini baik pemerintah Suriah ataupun Rusia.

Dalam serangan ini, diperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan meningkat. Hal ini mengingat lokasi sasaran serangan adalah bangunan yang ditempati puluhan warga sipil. Pihak pejabat Suriah pun belum bisa memberikan pernyataan terkait serangan ini.

Adapun sejak September, Rusia diketahui melakukan rangkaian serangan udara di wilayah Suriah. Rangkaian serangan sejak September ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Perang sipil dan konflik di Suriah terus terjadi ketika Dewan Keamanan PBB mengesahkan rencana prakarsa perdamaian yang digagas Rusia. Inisitif Rusia ingin pasukan pemerintah rezim Bashar Assad dengan pasukan oposisi bisa berperang melawan ISIS. Tapi, gagasan ini mendapat pertentangan dari salah satu faksi oposisi yaitu Syrian National Coalition (SNC).

Pemerintah Suriah mengatakan kepada utusan PBB Staffan de Mistura siap berpartisipasi. Namun, tetap ingin tahu siapa yang akan mengambil bagian dari oposisi. Menteri Luar Negeri Walid al-Moualem juga mengatakan bahwa penting untuk melihat daftar kelompok yang akan diklasifikasikan sebagai 'teroris'

Damaskus melihat semua kelompok punya potensi menggulingkan Assad sebagai teroris. Hal ini termasuk pemberontak yang mendukung solusi politik dan diwakili di dewan oposisi yang baru terbentuk mengawasi negosiasi.

(hty/bpn)


Berita Terkait