Seperti dilansir AFP, Sabtu (9/1/2016), wanita berusia 34 tahun yang identitasnya tidak dirilis ke publik ini, ingin tinggal di wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah. Dia menculik anak-anaknya sendiri pada Oktober tahun lalu dengan niat membawa mereka ke Raqqa, Suriah.
Namun suami dan orang tuanya melapor polisi dan wanita ini berhasil dihentikan di Istanbul oleh otoritas Turki, saat hendak menyeberang ke Suriah. Dalam persidangan, wanita ini mengaku bersalah atas dua dakwaan penculikan anak yang berusia di bawah 16 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah banyak diketahui, IS memaksakan kehendak mereka dengan menggunakan kekerasan ekstrem. Praktik seperti itu terjadi secara rutin termasuk mutilasi, pemerkosaan dan pembunuhan. Anda adalah wanita cerdas dan berpendidikan; Anda tahu ini," imbuhnya.
Wanita yang diadili ini lahir di Inggris, namun selama beberapa tahun tinggal di Pakistan sebelum akhirnya kembali lagi ke Inggris. Dia menjadi lebih religius hingga akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya di bidang keuangan pada Agustus tahun lalu.
Tak diduga, wanita ini berusaha membawa anak-anaknya ke Suriah. "Ini merupakan pengkhianatan mengerikan terhadap tanggung jawab Anda pada anak-anak Anda," sebut hakim Jameson.
Dalam putusannya, hakim Jameson menjatuhkan hukuman 5 tahun 4 bulan penjara kepada wanita ini.
(nvc/trw)











































