Sumber-sumber Turki mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (8/1/2016), 17 militan ISIS tewas dalam serangan ke kamp Bashiqa di provinsi Nineveh, sekitar 140 kilometer dari perbatasan Turki. Dalam serangan itu, para militan ISIS berhasil dikalahkan pasukan Turki.
Turki mengerahkan unit perlindungan pasukan yang terdiri dari 150 tentara bulan lalu di tengah meningkatnya ancaman keamanan di dekat Bashiqa. Di Bashiqa itulah, pasukan Turki melatih milisi Irak untuk memerangi kelompok radikal ISIS. Pengerahan pasukan tersebut menimbulkan ketegangan dengan pemerintah Irak.
Pemerintah Irak menentang pengerahan pasukan tersebut. Pekan lalu, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menuduh pemerintah Turki tidak menghormati kesepakatan untuk menarik pasukannya. Bahkan Menteri Luar Negeri Irak mengancam, Baghdad bisa melakukan aksi militer jika memang terpaksa.
Ankara mengakui telah terjadi kesalahpahaman dengan Baghdad mengenai pengerahan pasukan tersebut. Turki pun kemudian menarik sebagian pasukannya ke pangkalan lain di wilayah otonomi Kurdi di dekat Bashiqa dan akan terus menarik mundur pasukannya dari provinsi Nineveh. Namun Presiden Turki Tayyip Erdogan menolak untuk melakukan penarikan penuh seluruh pasukan.
(ita/ita)











































