Penangkapan itu diumumkan oleh badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (8/1/2016). Disebutkan, aktivitas sel teror itu merupakan bukti bahwa Hamas berniat meningkatkan serangan-serangan warga Palestina terhadap Israel yang terjadi nyaris setiap hari belakangan ini.
Keenam pria tersebut -- tiga orang di antaranya berasal dari kota Hebron, Tepi Barat -- ditangkap pada Desember 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer Israel menyatakan, pemimpin kelompok tersebut adalah Maher Kawasme (36) asal Hebron dan dua tersangka lainnya diidentifikasi sebagai Ziad Abu Haduan (20) dan Amar Rajbi (22), keduanya berasal dari Yerusalem.
"Kawasme sebelumnya dinyatakan bersalah atas plot serangan teror atas nama Hamas," demikian statemen militer Israel.
Disebutkan militer Israel, tiga tersangka lainnya asal Yerusalem ditangkap secara terpisah. Mereka ditahan setelah membeli bahan-bahan kimia untuk memproduksi bahan peledak dan melancarkan serangan.
Shin Bet menyatakan, penangkapan tersebut mengindikasikan, Hamas berencana melakukan serangan-serangan besar untuk mengubah gelombang kekerasan yang terjadi di Tepi Barat saat ini menjadi intifada atau pemberontakan besar. (ita/ita)










































