Menurut sumber yang tahu soal kasus ini seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (8/1/2016), kedua pria itu tidak terlibat dalam plot tunggal, namun mereka kemungkinan telah saling berhubungan satu sama lain. Keduanya dibekuk di kota Sacramento dan Houston.
Menurut berkas pengadilan, kedua pria itu merupakan warga Palestina yang dilahirkan di Irak. Pria yang ditangkap di Houston, Omar Faraj Saeed Al-Hardan, masuk ke AS sebagai pengungsi pada November 2009. Sedangkan Aws Mohammed Younis Al-Jayab (23) yang ditangkap di Sacramento, tiba di AS pada tahun 2012 sebagai pengungsi dari Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inilah yang telah berulang kali kami sampaikan pada pemerintahan Obama mengenai apa yang bisa terjadi dan mengapa kami tidak ingin pengungsi datang ke Texas. Ada pertanyaan serius tentang siapa sebenarnya orang-orang ini, seperti halnya yang dibuktikan dengan peristiwa hari ini," ujar Patrick dalam statemennya.
Sesuai berkas dakwaan di pengadilan federal di Houston, Al-Hardan didakwa memberikan dukungan material kepada kelompok radikal ISIS dan karena membuat pernyataan palsu mengenai hubungan dengan kelompok itu saat mengupayakan naturalisasi AS.
Sedangkan Al-Jayab ditangkap pada Kamis, 7 Januari waktu setempat di Sacramento, California atas dakwaan membuat pernyataan palsu yang melibatkan terorisme internasional.
Jaksa Sacramento, Benjamin Wagner mengatakan, tak ada indikasi Al-Jayab merencanakan serangan di AS. "Meski dia berpotensi menjadi ancaman keselamatan, tak ada indikasi bahwa dia merencanakan aksi terorisme di negara ini," tandas Wagner.
(ita/ita)










































