"Kami mengecam dengan keras tindakan mengaitkan kunjungan presiden kami baru-baru ini ke Arab Saudi dengan eksekusi yang diputuskan negara tersebut, dalam artikel yang dirilis media-media terkait badan pemerintahan Iran," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki seperti dilansir Reuters, Jumat (8/1/2016).
(Baca juga: Tuduh Saudi Serang Kedutaan di Yaman, Iran Protes ke Dewan Keamanan PBB)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eksekusi mati ulama Nimr oleh Saudi memicu reaksi keras di Iran yang didominasi Syiah. Misi diplomatik Saudi di Iran diserang demonstran yang marah dan berujung pemutusan diplomatik dengan Iran oleh Saudi.
(Baca juga: Dituduh Serang Kedutaan Iran di Yaman, Arab Saudi Membantah Keras)
"Telah ditekankan kepada Duta Besar bahwa serangan terhadap Kedutaan Besar dan Konsulat Arab Saudi di Teheran dan Meshhad sungguh tidak bisa diterima dan tidak bisa dibenarkan," imbuh pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.
Pekan lalu, Presiden Erdogan melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari ke Arab Saudi. Di sana, Erdogan bertemu dengan Raja Salman bin Abdul Aziz untuk membahas konflik Suriah dan kerja sama energi antara kedua negara.
![]() |











































