Erdogan Dikaitkan dengan Eksekusi Ulama Syiah, Turki Panggil Dubes Iran

Erdogan Dikaitkan dengan Eksekusi Ulama Syiah, Turki Panggil Dubes Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 08 Jan 2016 11:11 WIB
Erdogan Dikaitkan dengan Eksekusi Ulama Syiah, Turki Panggil Dubes Iran
Recep Tayyip Erdogan (REUTERS/Kayhan Ozer/Presidential Press Office/Handout via Reuters)
Istanbul - Otoritas Turki memanggil Duta Besar Iran yang bertugas di wilayahnya. Pemanggilan ini terkait laporan media Iran yang mengkaitkan eksekusi mati ulama Syiah, Nimr Baqr al-Nimr, dengan kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdogan ke Riyadh, Saudi.

"Kami mengecam dengan keras tindakan mengaitkan kunjungan presiden kami baru-baru ini ke Arab Saudi dengan eksekusi yang diputuskan negara tersebut, dalam artikel yang dirilis media-media terkait badan pemerintahan Iran," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki seperti dilansir Reuters, Jumat (8/1/2016).

(Baca juga: Tuduh Saudi Serang Kedutaan di Yaman, Iran Protes ke Dewan Keamanan PBB)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Turki juga mengecam pernyataan yang menuding secara langsung Presiden Erdogan terkait eksekusi mati itu. Mereka menyebut artikel media itu bertujuan untuk menciptakan citra negatif Presiden Erdogan di mata rakyat Iran.

Eksekusi mati ulama Nimr oleh Saudi memicu reaksi keras di Iran yang didominasi Syiah. Misi diplomatik Saudi di Iran diserang demonstran yang marah dan berujung pemutusan diplomatik dengan Iran oleh Saudi.

(Baca juga: Dituduh Serang Kedutaan Iran di Yaman, Arab Saudi Membantah Keras)

"Telah ditekankan kepada Duta Besar bahwa serangan terhadap Kedutaan Besar dan Konsulat Arab Saudi di Teheran dan Meshhad sungguh tidak bisa diterima dan tidak bisa dibenarkan," imbuh pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Pekan lalu, Presiden Erdogan melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari ke Arab Saudi. Di sana, Erdogan bertemu dengan Raja Salman bin Abdul Aziz untuk membahas konflik Suriah dan kerja sama energi antara kedua negara.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini