"Dalam serangan udara oleh Arab Saudi di Sanaa, sebuah roket jatuh di dekat kedutaan kami dan sangat disayangkan, salah satu penjaga keamanan kami mengalami luka serius," tutur Wakil Menteri Luar Negeri Saudi, Hossein Amir Abdollahian, seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA dan dilansir AFP, Jumat (8/1/2016).
"Kami akan melapor kepada Dewan Keamanan mengenai serangan ini lebih jelas dalam beberapa jam," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: Dituding Serang Kedutaan Iran di Yaman, Arab Saudi Membantah Keras)
Koalisi militer negara-negara Arab yang dipimpin Saudi melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman, sejak Maret tahun lalu. Pemberontak Houthi yang menganut Syiah mendapat dukungan Iran, yang notabene musuh Saudi.
Terhadap tudingan Iran itu, otoritas Saudi telah membantahnya. "Tudingan itu salah dan tidak ada operasi yang dilakukan di sekitar kedutaan (Iran-red) maupun area sekitarnya," demikian pernyataan koalisi pimpinan Saudi.
"Penyelidikan memastikan gedung kedutaan (Iran-red) aman dan tidak mengalami kerusakan," imbuhnya.
(Baca juga: Iran Sebut Pesawat Tempur Arab Saudi Serang Kedutaannya di Yaman)
Tudingan Iran terhadap Saudi ini muncul di tengah ketegangan memuncak antara kedua negara, yang dipicu eksekusi mati ulama Syiah Nimr Baqr al-Nimr oleh Saudi, 2 Januari lalu. Eksekusi itu menuai kemarahan dan protes di Iran yang berujung penyerangan kedutaan dan konsulat Saudi di negara tersebut. Dampaknya, otoritas Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.
![]() |












































