"Tudingan itu salah dan tidak ada operasi yang dilakukan di sekitar kedutaan (Iran-red) maupun area sekitarnya," demikian pernyataan koalisi pimpinan Saudi seperti dilansir AFP, Jumat (8/1/2016).
"Penyelidikan memastikan gedung kedutaan (Iran-red) aman dan tidak mengalami kerusakan," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Iran sebelumnya menuding pesawat-pesawat tempur Saudi dengan sengaja membombardir misi diplomatiknya di Sanaa, Yaman pada Rabu (6/1) waktu setempat. Tudingan Iran ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat dengan Saudi, usai eksekusi mati ulama Syiah Nimr Baqr al-Nimr.
"Arab Saudi bertanggung jawab atas kerusakan pada gedung kedutaan dan luka-luka pada sejumlah staf kedutaan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hossein Jaber Ansari seperti dikutip media televisi Iran, IRIB.
Menanggapi tudingan itu, juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, menyatakan masih harus memeriksa lebih lanjut. Namun Asseri menyebut jet-jet tempur koalisi melancarkan serangan udara besar-besaran di Sanaa pada Rabu (6/1) malam waktu setempat.
(Baca juga: Kirim Utusan ke Arab Saudi dan Iran, China Serukan Untuk Menahan Diri)
Menurut Asseri, target serangan adalah peluncur-peluncur rudal yang digunakan kelompok pemberontak Houthi untuk menyerang Saudi. Asseri menambahkan, kelompok pemberontak Houthi sebelumnya telah menggunakan fasilitas sipil termasuk gedung-gedung kedutaan yang dikosongkan.
Ketegangan Saudi dan Iran semakin meningkat setelah eksekusi ulama Nimr yang memicu kemarahan Iran. Usai kedutaan dan konsulat Saudi di Iran diserang demonstran yang marah, otoritas Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.
![]() |












































