Longsor Shenzhen, 58 Jasad Korban Hilang Akhirnya Ditemukan

Longsor Shenzhen, 58 Jasad Korban Hilang Akhirnya Ditemukan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 07 Jan 2016 20:07 WIB
Longsor Shenzhen, 58 Jasad Korban Hilang Akhirnya Ditemukan
Longsor di Shenzhen (REUTERS/Stringer)
Beijing - Nyaris sebulan setelah insiden longsor di kawasan industri Shenzhen, China, petugas penyelamat berhasil mengevakuasi total 58 jasad korban dari timbunan longsor. Puluhan jasad itu merupakan para korban hilang dalam insiden mematikan itu.

Seperti dilansir CNN, Kamis (7/1/2016), Kantor Informasi Internet untuk wilayah Shenzhen menyebutkan bahwa sebanyak 52 jasad korban yang ditemukan ada di dalam daftar korban hilang. Kepolisian setempat masih berusaha mengidentifikasi enam jasad lainnya.

Otoritas setempat menyatakan korban hilang mencapai 77 orang. Lebih dari 10 ribu petugas penyelamat dikerahkan ke lokasi longsor yang dipenuhi timbunan lumpur ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Baca juga: Eks Pejabat yang Bertanggung Jawab Atas Longsor Shenzhen Tewas Bunuh Diri)

Dituturkan otoritas setempat bahwa mereka kesulitan menghitung jumlah pasti korban hilang karena banyak orang yang tinggal dan bekerja di kawasan industri tersebut, yang dipikir sebagai pekerja migran setempat. Kebanyakan pekerja migran tidak terdaftar secara resmi atau keluarga mereka tinggal di wilayah yang jauh dan susah dihubungi.

Insiden longsor ini terjadi pada 20 Desember lalu dan longsoran lumpur menerjang sedikitnya 33 gedung. Di beberapa lokasi, kedalaman timbunan longsor dilaporkan mencapai 10 meter. Pemerintah China telah menyatakan insiden longsor ini bukan bencana alam, namun dampak dari pelanggaran aturan keselamatan di kawasan industri itu. Mereka menegaskan, pihak-pihak yang bertanggung jawab akan ditindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku.

(Baca juga: Otoritas China Sebut Longsor di Shenzhen Dipicu Pelanggaran Aturan)

Dalam insiden ini, limbah industri yang berupa lumpur dan tanah ditimbun hingga setinggi 100 meter di area pembuangan yang sebenarnya merupakan lokasi tambang tua tersebut. Ketika hujan melanda area itu, timbunan limbah berubah menjadi lumpur dan menerjang sekitarnya.

Perusahaan yang mengelola area pembuangan limbah yang dilanda longsor itu, Shenzhen Yixianglong, telah didesak untuk menghentikan aktivitas pembuangan sejak 4 hari sebelum insiden itu terjadi. Namun warga setempat melaporkan bahwa aktivitas pembuangan limbah terus berlangsung.

(Baca juga: Puluhan Orang Hilang Akibat Longsor China, Kantor Pengelola Limbah Digeledah)

Sejauh ini, sudah 11 orang yang diduga terlibat insiden ini telah ditangkap kepolisian setempat. Di antara mereka yang ditangkap ialah wakil manajer utama, kepala pengawas dan penasihat hukum perusahaan yang mengelola area pembuangan limbah di kawasan industri tersebut.

Sementara itu, mantan Direktur Biro Pengembangan Perkotaan untuk Guangming New District yang diidentifikasi bermarga Xu, tewas bunuh diri. Xu nekat terjun dari sebuah gedung pada Minggu (27/12) waktu setempat.

Petugas mencari korban hilang tertimbun longsor (Reuters/Stringer)
(nvc/nrl)


Berita Terkait