Iran Minta Arab Saudi Berhenti Memperburuk Situasi

Iran Minta Arab Saudi Berhenti Memperburuk Situasi

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 07 Jan 2016 12:28 WIB
Iran Minta Arab Saudi Berhenti Memperburuk Situasi
Ilustrasi (detikcom/Andhika Akbarayansyah)
Teheran - Otoritas Iran mengingatkan Arab Saudi untuk berhenti memperburuk situasi. Iran mengklaim pihaknya berusaha meredakan ketegangan yang terus berlangsung, namun Saudi justru berusaha memicu api.

"Selama 2,5 tahun terakhir, Arab Saudi terus melawan diplomasi Iran," ujar Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al-Jaafari di Teheran, seperti dilansir AFP, Kamis (7/1/2016).

(Baca juga: Qatar Juga Tarik Duta Besarnya dari Iran Usai Penyerangan Kedutaan Saudi)

Zarif meminta Saudi mengakhiri upaya mengkonfrontasi Iran. Merujuk pada pertikaian kedua negara sejak lama, yang memuncak usai eksekusi mati ulama Syiah Nimr Baqr al-Nimr pada awal tahun ini, Zarif menuding Saudi yang didominasi Sunni secara sistematis merusak hubungan dengan Iran.

"Arab Saudi bergerak melawan upaya kami, dan sayangnya, mereka menentang kesepakatan nuklir," imbuhnya.

"Tren memicu ketegangan harus dihentikan. Kita perlu bersatu... dan menghentikan mereka yang berusaha memperburuk situasi," tegas Zarif.

(Baca juga: Presiden Iran Minta Pengadilan Segera Adili Penyerang Kedutaan Arab Saudi)

Kesepakatan nuklir antara Iran dengan kekuatan dunia yang dipimpin Amerika Serikat yang dicapai Juli 2015, memicu kekhawatiran besar bagi Saudi yang sejak lama menjadi sekutu AS. Jika kesepakatan itu benar diterapkan, maka seluruh sanksi ekonomi terhadap industri minyak dan gas Iran akan berakhir. Hal ini berpotensi menjadikan Iran sebagai pesaing utama Saudi sebagai kekuatan ekonomi dan energi Timur Tengah.

Eksekusi mati ulama Nimr memicu protes di sejumlah negara terutama Iran, di mana demonstran menyerbu kedutaan dan konsulat Saudi. Dampak serangan ini, Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran dan memerintahkan seluruh diplomat Iran meninggalkan negara tersebut.

(Baca juga: Giliran Irak Tawarkan Diri Jadi Penengah Krisis Arab Saudi-Iran)

Dilaporkan kantor berita Saudi, SPA, seluruh diplomat dan staf diplomatik Iran telah meninggalkan Saudi pada Rabu (6/1) waktu setempat. Mereka pulang kembali ke Iran dengan pesawat pribadi. Secara terpisah, media Iran IRIB melaporkan para diplomat Iran telah mendarat di Bandara Mehrabad Teheran. Disebutkan IRIB, ada sekitar 54 diplomat Iran dan keluarganya yang dibawa menggunakan pesawat dari Saudi.

Sedangkan media-media Saudi melaporkan, seluruh diplomat Saudi yang tadinya bertugas di Iran telah kembali pulang pada Selasa (5/1).

(nvc/ita)


Berita Terkait