Seperti dilansir Reuters, Kamis (7/1/2016), fasilitas kilang minyak yang masih dijaga terdapat di wilayah Es Sider dan Ras Lanuf. Di mana sebelumnya 9 orang penjaga tewas dan 40 orang lainnya terluka di sekitar batas-batas penjagaan pada hari Senin dan Selasa.
"Penjaga telah mengevakuasi 30 mayat pejuang ISIS dan menangkap dua tank militer dan kendaraan lain milik para militan," kata seorang penjaga kilang minyak, Hassi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas pemadam kebakaran sudah berusaha untuk mengendalikan empat kebakaran di Es Sider dan satu di Ras Lanuf. Keduanya dipicu oleh aksi serangan ISIS hingga tiga kilang terbakar," tambah Hassi.
Salah seorang pejabat minyak di Libya Timur Mohamed al-Manfi mengatakan, masing-masing tangki minyak di Es Sider dan Ras lanuf diperkirakan memiliki 420.000 hingga 460.000 barel minyak, dan terletak di perbatasan kota Sirte 200 Km (125 mil), tak jauh dari daerah yang dikuasi ISIS dan wilayah timur kota Benghazi.
Konflik faksi-faksi politik dan ancaman dari kelompok bersenjata di Libya saling berusaha ingin menguasai sumber minyak, setelah pemberontakan yang menggulingkan Moammar Khadafi. Produksi minyak Libya telah menyusut menjadi kurang dari seperempatnya pada 2011 di mana bisa mencapai 1,6 juta barel per hari.
Ketua National Oil Corporation (NOC) Mustafa Sanalla, di Tripoli, berharap semua pihak dapat memahami besarnya ancaman yang dihadapi oleh Libya.
"Kita perlu bersatu melawan musuh bersama ini, bukan besok atau minggu depan, tapi sekarang," katanya dalam sebuah pernyataan.
NOC juga mengeluarkan pernyataan akan melakukan semua yang bisa untuk menghormati kontrak dan melindungi sumber daya minyak Libya. Sementara PBB berusaha memenangkan dukungan bagi kesepakatan untuk membentuk pemerintah persatuan nasional di Libya, namun rencana itu menghadapi perlawanan dari anggota parlemen saingan. (adf/bal)











































