Menurut laporan resmi yang dirilis Kantor Pencegahan Bunuh Diri pada Departemen Pertahanan AS seperti dilansir PressTV, Rabu (6/1/2016), data statistik menunjukkan peningkatan kasus bunuh diri untuk semua cabang, baik tentara aktif maupun tentara cadangan. Peningkatan tercatat untuk kuartal ketiga tahun 2015, atau selama bulan Juli, Agustus dan September.
Disebutkan dalam laporan ini, angka bunuh diri di kalangan tentara aktif AS mencapai 72 kasus untuk kuartal ketiga tahun 2015. Jumlah ini lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama tahun 2014 lalu, yang mencapai 57 kasus. Sedangkan untuk kalangan tentara cadangan AS, jumlahnya meningkat dari 48 kasus di tahun 2014 menjadi 70 kasus untuk tahun 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara total, jumlah kasus bunuh diri di kalangan tentara aktif maupun cadangan hingga 15 Desember 2015 tercatat mencapai 363 kasus. Jumlah ini lebih banyak dua kasus dari jumlah total tahun 2014.
"Departemen Pertahanan menganggap angka bunuh diri terlalu banyak dan kami melakukan hal yang kami bisa untuk mencegah bunuh diri dalam militer," ujar juru bicara Pentagon, Kapten Angkatan Laur Jeff Davis.
"Sejumlah metode berbeda yang kami jalankan, kami yakini efektif, tapi membutuhkan waktu," imbuhnya merujuk pada upaya mencegah bunuh diri.
Laporan Departemen Pertahanan AS ini tidak menyebut lebih jelas analisis penyebab tingginya kasus bunuh diri di kalangan militer. Namun sejumlah laporan menyebut, beratnya tugas di luar negeri dan kurangnya penanganan yang layak untuk veteran militer yang pulang kembali ke AS, sering disebut-sebut sebagai penyebab utama tingginya angka bunuh diri.
(nvc/ita)











































