Kelompok ISIS secara khusus menyebut akan menghancurkan penjara-penjara al-Ha'ir dan Tarfiya, yang menahan para pendukung ISIS dan al-Qaeda.
"ISIS senantiasa berupaya membebaskan para tahanan, namun kami mengkalkulasi bahwa penyelesaian masalah tahanan tak akan terjadi tanpa pemusnahan aturan tiran, dan kemudian menghancurkan penjara-penjara mereka dan meratakannya dengan tanah," demikian disampaikan ISIS dalam sebuah artikel yang diposting online seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (6/1/2016).
Sebelumnya pada Juli 2015 lalu, seorang pendukung ISIS melakukan aksi bom mobil di pos pemeriksaan di luar penjara Ha'ir, dekat Riyadh. Pria tersebut tewas dalam insiden itu.
ISIS dan al-Qaeda sebenarnya saling berseteru, saling mengecam landasan ideologi masing-masing. Namun keduanya memiliki satu kesamaan sikap, yakni sama-sama memusuhi pemerintah Saudi. Pemerintah Saudi telah menyatakan keduanya sebagai kelompok teroris dan telah memenjarakan ribuan pendukung mereka.
Pada Sabtu, 2 Januari lalu, otoritas Saudi mengeksekusi massal 47 orang yang didakwa atas terorisme. Di antara mereka termasuk ulama terkemuka Syiah Nimr al-Nimr dan para jihadis ISIS dan al-Qaeda. (ita/ita)











































