Disampaikan juru bicara kepolisian setempat, seperti dikutip kantor berita Saudi, SPA dan dilansir AFP, Rabu (6/1/2016), tidak ada korban jiwa akibat insiden yang terjadi di distrik Qatif, Provinsi Timur provinsi yang didominasi warga Syiah.
Menurut juru bicara kepolisian itu, empat pria bersenjata mencegat sebuah bus yang membawa para pekerja di distrik Qatif, Provinsi Timur pada Selasa (5/1) waktu setempat. Para pelaku menodongkan senjata mereka dan membakar bus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden semacam ini merupakan insiden kedua yang terjadi di wilayah Provinsi Timur, sejak ulama Nimr dieksekusi mati pada Sabtu (2/1) lalu atas dakwaan terorisme. Pada Minggu (3/1), kepolisian setempat ditembaki hingga menewaskan satu orang.
Ulama Nimr dikenal sebagai pengkritik keras rezim Saudi. Dia dieksekusi mati bersama 46 narapidana lainnya yang dinyatakan bersalah atas dakwaan terorisme. Eksekusi mati Nimr menuai protes keras dan kecaman sejumlah negara terutama yang didominasi kaum Syiah.
Puncaknya, ketika Kedutaan Saudi di Teheran, Iran diserbu demonstran yang marah atas eksekusi itu. Otoritas Saudi pun merespons dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Langkah Saudi itu kemudian diikuti oleh Bahrain dan Sudan, sekutu Saudi. Sedangkan Uni Emirat Arab dan Kuwait memutuskan menarik pulang Duta Besar masing-masing dari Iran.
(nvc/ita)











































