Seperti dilansir CNN, Selasa (5/1/2015), otoritas Kuwait menarik pulang Duta Besarnya di Teheran. Dalam pernyataannya, Kuwait menyebut aktivitas sabotase dan aksi pembakaran oleh demonstran Iran terhadap Kedutaan Saudi sebagai alasan penarikan itu.
"Aksi semacam itu merupakan bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap konvensi internasional dan pelanggaran komitmen internasional Iran terhadap keamanan dan keselamatan misi diplomatik di wilayahnya," sebut Kementerian Luar Negeri Kuwait dalam pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan terhadap Kedutaan Saudi memicu pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran oleh Saudi. Langkah Saudi ini kemudian diikuti beberapa negara Sunni lainnya, seperti Bahrain yang juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Sedangkan Sudan mengusir Duta Besar Iran dan seluruh misi diplomatik Iran di wilayahnya. Tidak mau ketinggalan, Uni Emirat Arab ikut menarik pulang Duta Besarnya untuk Iran.
Serangan yang diwarnai aksi pembakaran pada pekan lalu di Teheran dipicu oleh kemarahan warga Iran terhadap eksekusi mati ulama Syiah terkemuka, Nimr Baqral-Nimr pada 2 Januari.
(Baca juga: Protes Eksekusi Ulama Syiah, Ribuan Warga Iran Kembali Berdemo)
Dewan Keamanan PBB telah menyatakan kecaman kerasnya terhadap serangan pada Kedubes Saudi di Teheran. Mereka menyerukan agar Iran melindungi setiap misi diplomatik dan konsuler dari gangguan maupun aksi perusakan.
Secara terpisah, pada Minggu (3/1), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Jaberi Ansari menyatakan otoritas Iran berkomitmen melindungi setiap misi diplomatik di wilayahnya. Ditegaskan bahwa tidak ada satupun diplomat Saudi yang menjadi korban serangan massa.
(nvc/ita)











































