Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan, Nimr adalah teroris yang menggerakkan, mengorganisir sel-sel teroris dan menyediakan senjata dan uang kepada mereka. Tuduhan ini telah dibantah keras oleh keluarga Nimr.
Nimr dieksekusi mati pada Sabtu, 2 Januari lalu bersama 46 orang lainnya atas dakwaan terorisme. Ulama terpandang Syiah itu disebut sebagai tokoh penggerak aksi-aksi demo antipemerintah pada tahun 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jubeir pun menuding Iran telah merencanakan serangan di wilayah Saudi. Dikatakan menteri Saudi itu, dirinya pernah menjadi target plot pembunuhan Iran.
Mengenai pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran, Jubeir mengatakan hal itu sebagai respons atas masalah-masalah sebelumnya serta atas penyerangan massa Iran ke gedung Kedutaan Besar Saudi di Teheran.
"Ini adalah reaksi atas kebijakan agresif Iran selama bertahun-tahun, dan khususnya dalam beberapa bulan terakhir. Rezim Iran telah menjadi sponsor terorisme, mereka telah mendirikan sel-sel teroris di Arab Saudi dan sejumlah negara lainnya," ujar Jubeir.
Ketika ditanya mengenai langkah-langkah apa yang harus dilakukan Iran sebelum Saudi mempertimbangkan untuk menjalin kembali hubungan diplomatik, Jubeir mengatakan bahwa Teheran harus menghormati norma-norma, traktat dan konvensi internasional. "Juga harus bertindak seperti negara normal yang menghormati integritas wilayah para tetangganya," tandas Jubeir. (ita/ita)










































