"Kami menentang semua bentuk hukuman mati, terutama ketika itu bermotif politik," kata juru bicara pemerintahan Turki, Numan Kurtulmus seperti dilansir Reuters, Selasa (5/1/2016).
"Bagi kami, tidak mungkin untuk mendukung hukuman mati yang dilakukan oleh negara manapun," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Arab Saudi dan Iran adalah teman kami. Kami tidak mau mereka berseteru karena itu adalah hal terakhir yang dibutuhkan kawasan ini," ujarnya.
Ulama Syiah terkemuka, Nimr al-Nimr dieksekusi mati di Arab Saudi bersama 46 orang lainnya pada Sabtu, 26 Desember 2015 lalu. Iran bereaksi keras atas hal ini. Bahkan massa Iran yang marah atas eksekusi tersebut, menyerang Kedutaan Besar Saudi di Teheran, hingga mendorong pemerintah Saudi memutus hubungan diplomatik dengan Iran.
Sejumlah negara seperti Bahrain dan Sudan mengikuti langkah Arab Saudi untuk memutus hubungan diplomatik dengan Iran. Namun, Turki menolak melakukan hal yang sama. (imk/imk)










































