Keputusan ini diumumkan kantor berita resmi Bahrain, BNA sehari setelah negara sekutu dan tetangganya, Saudi memutus hubungan diplomatik dengan Iran.
"Bahrain memutuskan untuk memutus hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran dan menyerukan seluruh anggota misi tersebut agar meninggalkan kerajaan dalam waktu 48 jam," demikian diberitakan BNA seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (4/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahrain pun menyerukan Iran untuk memberikan perlindungan bagi tempat-tempat diplomatik dan para stafnya, serta mengambil langkah-langkah untuk hukum terhadap para pelaku serangan tersebut.
Ulama Syiah terkemuka, Nimr al-Nimr dieksekusi mati di Arab Saudi bersama 46 orang lainnya pada Sabtu, 26 Desember 2015 lalu. Dalam statemennya seperti diberitakan kantor berita resmi Saudi, SPA dan dilansir AFP, Sabtu (2/1/2016), Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan, 47 orang yang dieksekusi mati tersebut terbukti mengadopsi ideologi radikal "takfiri", bergabung dengan organisasi-organisasi teroris dan melakukan berbagai plot kejahatan.
Eksekusi mati tersebut menuai kecaman berbagai pihak, khususnya negara-negara mayoritas Syiah di Timur Tengah. Bahkan massa Iran yang marah atas eksekusi tersebut, menyerang Kedutaan Besar Saudi di Teheran, hingga mendorong pemerintah Saudi memutus hubungan diplomatik dengan Iran. (ita/ita)










































