Ledakan Bom Guncang 2 Masjid Sunni di Irak

Ledakan Bom Guncang 2 Masjid Sunni di Irak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 04 Jan 2016 15:38 WIB
Ledakan Bom Guncang 2 Masjid Sunni di Irak
Foto: Istimewa/Reuters
Baghdad, - Ledakan bom mengguncang dua masjid Sunni di Irak. Insiden ini terjadi di tengah kekhawatiran akan pecahnya kembali kekerasan sektarian menyusul eksekusi mati seorang ulama Syiah terkemuka oleh otoritas Arab Saudi.

Sekelompok pria berseragam militer meledakkan bahan peledak di dua masjid Sunni di wilayah Hilla, sekitar 80 kilometer sebelah selatan Baghdad. Serangan bom pertama menimpa masjid Ammar bin Yasser di kawasan Bakerli.

"Setelah kami mendengar ledakan, kami mendatangi sumbernya dan menemukan bahwa bom rakitan telah diletakkan di dalam masjid," ujar seorang polisi lokal seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (4/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Warga mengatakan bahwa sekelompok orang berseragam militer melakukan operasi ini," imbuh polisi tersebut seraya menambahkan, 10 rumah juga rusak akibat ledakan bom tersebut.

Masjid Al-Fateh di desa Sinjar, pinggiran Hilla, juga rusak akibat ledakan bom serupa. Polisi mengatakan, tiga atau empat pria berseragam militer terlibat dalam pengeboman tersebut.

Menurut sumber medis di Hilla, tiga orang terluka dalam ledakan bom di dua masjid tersebut.

Sebelumnya, ulama Syiah terkemuka, Nimr al-Nimr dieksekusi mati di Arab Saudi bersama 46 orang lainnya pada Sabtu, 26 Desember 2015 lalu. Dalam statemennya seperti diberitakan kantor berita resmi Saudi, SPA dan dilansir AFP, Sabtu (2/1/2016), Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan, 47 orang yang dieksekusi mati tersebutย  terbukti mengadopsi ideologi radikal "takfiri", bergabung dengan organisasi-organisasi teroris dan melakukan berbagai plot kejahatan.

Eksekusi mati tersebut menuai kecaman berbagai pihak, khususnya negara-negara mayoritas Syiah di Timur Tengah. Bahkan massa Iran yang marah atas eksekusi tersebut, menyerang Kedutaan Besar Saudi di Teheran, hingga mendorong pemerintah Saudi memutus hubungan diplomatik dengan Iran. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads