Teheran - Kedutaan besar Arab Saudi di Teheran Iran diserbu dan dilempari bom molotov, sebagai reaksi atas Tindakan Arab Saudi yang mengeksekusi mati seorang ulama Syiah terkemuka Nimr al-Nimr (56) atas dakwaan terorisme. Presiden Iran, Hassan Rouhani menyayangkan tindakan tersebut.
"Untuk menghormati Iran, cara seperti ini tak dapat dibenarkan. Atas kejadian ini, seluruh pejabat Iran bertanggung jawab penuh untuk bertindak," ujar Rouhani seperti dilansir CNN, Senin (4/1/2016).
Seperti diberitakan kantor berita Iran, penyerangan terjadi pada Sabtu (2/1) pagi. Penyerangan ini dilakukan beberapa jam setelah Arab Saudi mengeksekusi Nimr. Mayoritas Syiah di Iran dan Irak diberitakan mengecam eksekusi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca eksekusi tersebut, hubungan Iran dan Arab Saudi semakin memanas. Komentar pedas pun tercipta usai eksekusi tersebut. Salah satunya dari ulama terkemuka, Iran Ayatollah Ahmad Khatami, menyebut keluarga penguasa Arab Saudi akan jatuh sebagai dampak eksekusi. Komentar tersebut pun dibalas Saudi yang menyebut Iran sebagai negara yang tak tahu malu.
(rni/Hbb)