Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/1/2016), beberapa hari sebelum penembakan yang terjadi pada Jumat, 1 Januari tersebut, pemimpin kelompok radikal ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi mengancam akan menyerang Israel.
Dalam rekaman yang dirilis Sabtu, 26 Desember 2015 lalu, al-Baghdadi terdengar seperti mengancam akan menyerang Israel. Indikasi ini terlihat saat dirinya mengatakan bahwa kelompoknya tidak pernah melupakan Palestina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kepolisian Israel menolak mengkonfirmasi pemberitaan media tersebut.
Rekaman CCTV dari sebuah toko kelontong yang berada di dekat lokasi penembakan menunjukkan, seorang pria muda berkaca mata yang membawa tas ransel, tampak dengan tenang berpura-pura sedang berbelanja sebelum pergi keluar. Dia meletakkan ranselnya di sebuah troli, lalu mengeluarkan sesuatu yang terlihat seperti senjata api dan langsung melepas tembakan di jalanan Tel Aviv.
Paramedis menyatakan, sembilan orang dilarikan ke rumah sakit di Tel Aviv usai penembakan itu. Dari jumlah itu, dua orang di antaranya kemudian meninggal.
(ita/ita)










































